Ustadz Aman Abdurrahman : Ya… Mereka Memang Thaghut !

M. Fachry

Selasa, 10 Januari 2012 10:52:53

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sebuah tulisan karya Ustadz Aman Abdurrahmah hafizhahullah berjudul “Ya...Mereka Memang Thagut!” akhirnya muncul untuk membantah buku “Mereka Bukan Thagut” karya Khairul Ghazali yang diluncurkan di hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu, 17 Desember 2011 lalu. Tulisan Ustadz Aman tersebut juga diberi muqaddimah oleh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir hafizhahullah sebagai bentuk dukungan beliau atas dakwah tauhid. Allahu Akbar!

Ya...Mereka Memang Thagut!

Tulisan karya Ustadz Aman (Hfz) berjudul “Ya...Mereka Mamang Thagut” rencananya akan dicetak dan disebarkan dalam bentuk buku, dalam rangka mengkounter perusakan aqidah yang diakibatkan oleh buku Khairul Ghazali, berjudul “Mereka Bukan Thagut”. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (Hfz) bahkan telah memberikan muqaddimah, berjudul “Penguasa NKRI Sejak Merdeka Hingga Saat Ini Adalah Thaghut”.

Ya...Mereka Memang Thagut! Bantahan atas manipulasi dan fitnah Khairul Ghazali dalam bukunya “Mereka Bukan Thagut”, demikian judul lengkap dan judul kecil dari tulisan karya Ustadz Aman (Hfz).

Dalam tulisan tersebut, Ustadz Aman (Hfz) menyoroti dua hal, yakni : Pertama, menyoroti pengkaburan makna thaghut yang dilakukan Khairul Ghazali dalam bukunya. Dan yang ke dua adalah bantahan terhadap fitnah dia terhadap saya bahwa saya mengkafirkan semua PNS dan menganggap semua PNS itu sebagai thaghut.

Ustadz Aman (Hfz) melanjutkan :

Khairul Ghazali membela pemerintah thaghut dengan cara mencampur-adukan makna thaghut secara lughawiy (bahasa) dengan makna syar’iy (istilah), dan saat menyimpulkan tulisannya ini dia berpegang terhadap makna lughawiy dan mencampakkan makna syar’iy. Sehingga dia memasukan dalam rengrengan thaghut itu para ahli maksiat yang tidak sampai pada tahap kekafiran seperti koruptor, ahli maksiat, perampas hutan dan alam rakyat dan yang lainnya, dimana dia berkata dalam bukunya itu, “Pada saat sekarang, aktifitas perang dengan thaghut setan, pengumbar nafsu, pengobral narkoba, koruptor, tukang sihir, ahli maksiat, dukun/tukang santet, mafia peradilan, penguasa yang menyalah gunakan kekuasaan, polisi/TNI yang menganiaya dan menindas rakyat, parampas hutan dan alam rakyat, dan yang lainnya tidak boleh dilakukan dengan kekerasan…” (hal. 70-71).

Padahal Islam itu datang dengan membawa perubahan makna lughawiy kepada makna syar’iy, umpamanya kata sholat secara lughawi adalah do’a sedangkan makna syar’i adalah ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Begitu juga shaum, secara bahasa adalah al imsak (menahan diri) sedangkan makna syar’iy adalah menahan diri dari makan, minum dan hubungan badan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan disertai niat. Maka begitu (pula istilah) thaghut secara bahasa maknanya adalah melampaui batas, sedangkan makna syar’iy adalah segala yang dilampaui batasnya oleh si hamba baik itu yang diibadati ataupun yang diikuti ataupun yang ditaati.

Tulisan Ustadz Aman (Hfz) berjudul “Ya...Mereka Memang Thagut!” adalah sebuah tulisan yang cukup panjang dan rencananya akan dijadikan sebuah buku. Saat ini, bagi yang ingin membaca lengkap tulisan tersebut bisa membacanya di situs beralamat : millahibrahim.wordpress.com.

Wallahu’alam bis showab!

(M Fachry/arrahmah.com)

Baca Juga:

Related Posts