Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
Oleh Althaf pada Senin 15 Maret 2010, 02:10 PM
CARACAS (Arrahmah.com) - Presiden Venezuela Hugo Chavez mulai geram dengan kebebasan tanpa batas yang ada di internet. Bahkan ia mengumumkan akan membuat regulasi terkait kebebasan di dunia maya.
"Internet tidak bisa lagi menjadi media yang terbuka. Semua negara harus memiliki peraturan dan norma tersendiri," ujar Chavez seperti dikutip melalui Reuters, Minggu (14/3). Bahkan, lanjut Chavez, salah satu pemimpin negara yang memiliki ketakutan yang sama terhadap internet adalah pemimpin Jerman Angel Merkel.
Kegeraman Chavez ini berawal dari pemberitaan yang dimuat selama dua hari di sebuah media online bernama Noticierodigital. Dalam berita tersebut tertulis bahwa salah satu menteri di era Chavez, Diosdado Cabello telah mati dibunuh. Ini juga merupakan isu yang telah lama digembar-gemborkan para politikus di Venezuela, khususnya dari pihak oposisi.
"Kami harus segera bertindak dan akan meminta bantuan pihak hukum untuk menyelesaikannya. Pemberitaan ini bisa dibilang sebagai sebuah kejahatan. Bahkan saya mendengar kabar bahwa situs ini juga membuat berita secara periodik yang mengarah pada kudeta. Ini tidak bisa dibiarkan," papar Chavez.
Tidak hanya situs berita, jejaring sosial macam Facebook dan Twitter pun cukup populer digunakan oleh para oposisi Venezuela sebagai media protes atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai. Chavez pun mempermasalahkan fungsi situs dan jejaring sosial yang selalu digunakan untuk menyebar rumor.
Setelah pengumuman Chavez ini, banyak pendapat yang menngkhawatirkan Cuba akan berubah seperti Cuba, China dan Iran. Namun sayangnya, Chavez sendiri belum memberikan secara detil peraturan yang akan dibuat. (okz/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
- Menag: Pesantren Jadi Benteng Anti Terorisme (?)
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi 'Keamanan'
- Polres Pastikan Mamuju Steril dari Aksi, Persembunyian Teroris
- Putri Munawaroh Akan Diadili
- Penjahat Cyber 'Bonceng' Info Windows Update Palsu
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Setahun Lagi, Dunia Kehabisan Alamat IP
- Sensor Internet Tak Efektif Lindungi Anak-anak
- ‘Internet Indonesia Sulit Berkembang Tanpa Wimax’
- AS Kejar Situs Penyedia Produk Bajakan
- Kominfo Pastikan Tak Akan Pakai WiMax 16E
- Opera 10.60 Beta Diklaim 50% Lebih Ngebut
- Kecanduan Internet Seseram Narkoba
- Professor Gugat Mesin Pencari China
- “Broadband di Indonesia Harusnya Minimal 1 Mbps”
- Studi: Pertumbuhan Internet di Indonesia Paling Cepat