Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
Oleh Althaf pada Ahad 14 Maret 2010, 01:26 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah mengumpulkan 'kabinet' perangnya bersama dengan petinggi militer dan pejabat untuk memperoleh laporan terbaru mengenai pendudukan Afganistan.
Obama mendengar penjelasan mengenai situasi terakhir di Afghanistan dan Pakistan oleh para kaki tangannya pada pertemuan yang dilakukan hari Jumat (12/3) di sebuah ruangan yang dinamakan 'Situation Room' di Gedung Putih.
Dalam petemuan itu, Jenderal Stanley McChrystal, komandan militer AS di Afghanistan, berbicara melalui video link, mengenai "kemajuan" perang AS di negeri tersebut.
"Kami sedang melewati tahap pembersihan dan akan dengan segera beranjak ke tahap selanjutnya, yakni memperbaiki tata pemerintahan," sebagaimana dilansir AFP mengutip ungkapan juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs.
Gibbs mengutip McChrystal yang mengatakan bahwa militer AS tengah menjaga komitmen Obama untuk mengirim 30.000 pasukan AS tambahan.
"Kami berada pada jadwal pengiriman pasukan kami dalam rangka mendapatkan kekuatan tambahan sebagaimana yang telah disahkan oleh presiden ke Afghanistan pada akhir musim panas lalu," katanya.
Militansi di Afganistan telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir meskipun Amerika berencana untuk terus memperkuat militernya dan mengerahkan pasukan tambahan di negara dilanda perang.
Pertemuan itupun dihadiri oleh para pimpinan badan-badan intelijen AS. Namun sejauh ini, tak ada satupun informasi terperinci mengenai pembicaraan dalam pertemuan para petinggi perang AS tersebut. (althaf/prtv/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Inilah Daftar Hitam Negara Pembatas Internet
- Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Latgab Antiteror
- Ledakan Berangkai Mencabik Kota Lahore
- Komandan Inggris : Perubahan Strategi Taliban Sangat Cepat
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kampanye Anti-Islam Dalam Pemilihan Perancis
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera 'Rangkul' Muslim?
- Pesawat Tempur Israel Mengebom Gaza Selatan
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Imarah Islam Afghanistan : Tentara Salibis AS Dalang Peledakan Bus Sipil Afghanistan
- Pesawat Pengintai Milik Jerman Mengalami “Kerusakan” Dan Terjatuh di Provinsi Kunduz
- Ledakan Bom Ranjau Tewaskan Dua Tentara Teroris Italia di Afghanistan Barat
- Tentara Inggris : Penjara Lebih Baik Daripada Perang Afghan
- Ledakan Bom Ranjau Hantam Bus, Mujahidin Kembali Difitnah
- Wikileaks Kemungkinan Dioperasikan Oleh CIA
- Pejabat Afghan Laporkan Kematian 52 Sipil Afghan Akibat Serangan Udara NATO