PBB: Saatnya ‘Berbicara’ Dengan Taliban
Oleh Althaf pada Jum'at 05 Maret 2010, 04:48 PM
KABUL (Arrahmah.com) - Kepala misi PBB di Afghanistan mengatakan pada hari Kamis (4/3) bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkan solusi politik terhadap Taliban (yang selama ini sering dipakai untuk menyebut mujahidin Imarah Afghan) untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama lebih dari 8 tahun.
"Sudah waktunya untuk berbicara," kata Kai Eide.
Dalam jumpa pers terakhir sebagai wakil PBB, Eide mengatakan dia berharap konferensi jirga musim semi ini akan dimanfaatkan benar-benar oleh Presiden Afganistan Hamid Karzai untuk mengorganisasikan berbagai macam pihak dalam rangka menghasilkan konsensus nasional untuk perdamaian.
Dalam jumpa pers di kompleks PBB, Eide mengatakan ia selalu berada di balik kebijakan mendamaikan kedua kubu yang saling berseteru (pemerintah boneka Kabul dan mujahidin Afghanistan), tetapi ia mengaku tidak memiliki acuan tentang kompleksitas perundingan damai dengan pemimpin Taliban.
Eide, diplomat Norwegia, akan mundur setelah dua tahun masa jabatannya setelah serangan yang menewaskan lima pekerja PBB di sebuah hotel kecil di ibukota Afghanistan, Kabul.
Eide sendiri membantah bahwa kontroversi pemilu yang terjadi tahun lalu, dimana kemenangan Karzai dianggap sebagai kecurangan, dikaitkan dengan keputusannya untuk tidak memperpanjang kontraknya yang dua tahun.
Eide mencari pembenaran dengan mengatakan untuk menentukan kesuksesan dalam satu atau dua tahun di sebuah negara konflik adalah sesuatu yang sulit diterima, tapi Eide yakin bahwa kemajuan yang ia lihat tahun ini menunjukkan pada rakyat Afghanistan dan masyarakat internasional bahwa penyelesaian konflik telah berada dalam jangkauan.
Ia mengatakan pada konferensi London pada bulan Januari lalu, Afghanistan menandai awal dari sebuah fase transisi - yang tergantung pada perubahan pola pikir pemerintah Afghanistan maupun negara-negara donor.
"Afghanistan adalah kadang-kadang, menurut saya, dilihat dan diperlakukan sebagai negara tak bertuan, bukan sebagai negara berdaulat," katanya.
"Pandangan seperti itu harus berakhir karena telah menyulut kecurigaan adanya campur tangan asing yang tidak dapat diterima, serta rasa malu dan perasaan bahwa orang Afghan sendiri tidak memiliki kendali atas masa depan mereka."
Sedangkan di sisi Afghanistan sendiri, kata Aide, pemerintah Kabul harus berbuat lebih banyak untuk memikul tanggung jawab dalam membersihkan korupsi, menanggapi kebutuhan rakyatnya dan mengambil tanggung jawab untuk menentukan masa depan.
Eide menegaskan ketakutannya bahwa membanjirnya lebih dari 30.000 tentara AS dan ribuan pasukan NATO ke Afghanistan hanya akan meningkatkan tekanan agar proyek bantuan sipil dilakukan dengan instant dan hanya memuaskan pembayar pajak luar negeri. (althaf/ap/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Serangan Israel Batal Karena Bocor di Facebook
- ICMI Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Islami
- AS-India Akan Segera Resmikan Kerja Sama Perekonomian
- Kewenangan Komandan AS Di Afghanistan Lebih 'Melar'
- Sri Mulyani Lega Dibela SBY
- Tentara Teroris Rusia Serang Sebuah Desa di Ingushetia
- Lima Orang Tewas Saat Hari Pemilihan di Irak
- Senjata AS Sebabkan Kelahiran Cacat Meningkat di Fallujah
- Konvoy Militer Diserang di Dagestan, Sekitar 10 Tentara Teroris Rusia Tewas dan Terluka
- AS Berjanji Rangkul Asia-Pasifik Sebaik Mungkin
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Pesawat Pengintai Milik Jerman Mengalami “Kerusakan” Dan Terjatuh di Provinsi Kunduz
- Ledakan Bom Ranjau Tewaskan Dua Tentara Teroris Italia di Afghanistan Barat
- Tentara Inggris : Penjara Lebih Baik Daripada Perang Afghan
- Ledakan Bom Ranjau Hantam Bus, Mujahidin Kembali Difitnah
- Pejabat Afghan Laporkan Kematian 52 Sipil Afghan Akibat Serangan Udara NATO
- Wikileaks Kembali Bongkar Kekejian AS, Kini Dalam Perang di Afghanistan
- Ledakan Terjadi di Sebuah Mesjid Lukai 22 Orang
- Dua Tentara Kafir Inggris Tewas Lagi di Helmand
- Pesan Terbaru Az-Zawahiri Katakan Kemenangan Akan segera Datang