Militer AS Tengah Mempersiapkan Pusat Pelatihan Militer Terbaru di Pakistan
Oleh Hanin Mazaya pada Jum'at 12 Februari 2010, 05:28 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Ditengah derasnya teriakan anti-Amerika di Pakistan, militer AS dengan percaya diri berencana membangun sebuah pusat pelatihan militer di negeri Muslim tersebut dimana pelatih operasi khusus akan bekerjasama dengan tentara Pakistan di dekat perbatasan Afghanistan, ujar senior Departemen Pertahanan AS.
Tempat terbaru ini akan beroperasi di Pakistan dan mereka berusaha mengembangkan pelatihan untuk tentara Pakistan guna "memberantas" anggota Al-Qaeda dan pemimpin mereka yang diyakini AS bersembunyi di sekitar perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Rencana ini menjadikan tentara AS lebih "dekat" dengan mujahidin Al-Qaeda dan Taliban yang beroperasi di perbatasan.
Para staf yang rencananya berjumlah 100 orang yang diperuntukkan bagi pusat pelatihan itu, kemungkinan besar akan ditambah. Namun Pentagon belum mengetahui berapa banyak tentara yang dibutuhkan.
Disambut baik oleh Islamabad yang tidak mempedulikan teriakan rakyatnya, para pelatih berharap dapat "menolong" memperbaiki hubungan Pakistan-Amerika Serikat.
Di waktu yang sama, walaupun kecil, peningkatan serangan terhadap tentara AS yang berada di Pakistan terus terjadi. Minggu lalu, diberitakan tiga tentara khusus AS tewas di Pakistan dan dua lainnya terluka dalam serangan bom tepi jalan. Ini adalah kali pertama publik internasional mengetahui bahwa fasilitas militer AS telah "bercokol" di Pakistan selama hampir tiga tahun.
Biaya militer AS semakin membengkak dengan rencana baru ini, mereka sangat yakin langkah yang mereka ambil mampu membawa kemenangan dalam perang Afghanistan dimana tentara AS dan sekutunya tergopoh-gopoh menghadapi perlawanan mujahidin Imarah Islam Afghanistan. Di sisi lain, angka kelaparan di Amerika kian meningkat. (haninmazaya/foxnews/arrahmah.com)
*gambar : pusat pelatihan militer milik AS yang diserang mujahidin
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Serangan Bom Bunuh 9 Polisi Boneka di Pusat Pelatihan Kepolisian
- Lima Tentara Kafir AS Berada Dalam Keadaan Kritis Setelah Terhantam Ledakan
- Bos Google Curhat Soal Sengketa dengan China
- MUI Bangka Haramkan "Valentine Day" bagi Muslim
- Irak Usir Blackwater
- NATO Cemas Dengan Transaksi Kapal Perang Perancis-Rusia
- Pesawat Tempur Zionis, Kembali Serang Gaza
- Inggris Merilis 'Bukti Penyiksaan AS'
- Longsor Salju Afghanistan, Korban Terus Meningkat
- Operasi Ofensif Afghanistan Selatan Diklaim Untuk Ciptakan Perdamaian, Bukan Hanya Tujuan Militer
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Imarah Islam Afghanistan : Tentara Salibis AS Dalang Peledakan Bus Sipil Afghanistan
- Pesawat Pengintai Milik Jerman Mengalami “Kerusakan” Dan Terjatuh di Provinsi Kunduz
- Ledakan Bom Ranjau Tewaskan Dua Tentara Teroris Italia di Afghanistan Barat
- OMMA : Mujahidin Tangkap Predator AS Yang Tengah Mengintai di Provinsi Kunduz
- Tentara Inggris : Penjara Lebih Baik Daripada Perang Afghan
- Ledakan Bom Ranjau Hantam Bus, Mujahidin Kembali Difitnah