Gates: Anti-Amerikanisme Di Pakistan Adalah Masalah Nyata Bagi AS
Oleh Althaf pada Rabu 10 Februari 2010, 06:30 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, mengindikasikan bahwa kelompok-kelompok 'militan' yang menurutnya terkait dengan Al Qaidah sedang berusaha untuk mendestabilisasi Pakistan agar bisa merebut akses persenjataan nuklir negara tersebut.
"Al Qaidah, Taliban Pakistan, dan Taliban Afghanistan saat ini sedang bekerja sama. Dan Al Qaidah sedang menolong Taliban Pakistan untuk mendestabilisasi pemerintahan Pakistan," kilah Gates saat ditanya apakah ia yakin bahwa gudang nuklir Islamabad ada di bawah kendali.
"Ada bukti bahwa Al Qaidah sedang menolong mereka untuk merencanakan serangan ini, menargetkan, dan melatih kemampuan mereka, dan lain-lain. Ancaman ini dipadukan satu sama lain. Inilah sindikat."
Gates pun menyebutkan jaringan Haqqani merupakan salah satu dari kelompok yang berusaha mendestabilisasi Pakistan.
Amerika Serikat, kata Gates, berusaha untuk membantu agar rakyat dan pemerintah Pakistan mengerti bahwa jika satu dari kelompok-kelompok ini berhasil, "maka hal itu akan berakhir dan mempengaruhi kepentingan yang lainnya. Maka kita harus menangani masalah ini secara keseluruhan, bukan sebagian-sebagaian."
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang disiarkan Senin (8/2) malam, Gates juga mengakui bahwa militer Pakistan melakukan operasi ofensifnya di Waziristan Selatan dan di tempat lainnya, dan menganggapnya melebihi harapan.
Gates mengatakan bahwa Amerika Serikat selalu ingin Pakistan berbuat lebih banyak.
"Mereka akan melakukannya dengan cara mereka sendiri dan kami akan membantu sebisa kami."
Dia menegaskan kembali pesan yang disampaikan pada saat berkunjung ke Islamabad bulan lalu. "Ibaratnya kami berada di mobil yang sama, anda berada di kursi pengemudi dan anda yang mengendalikan pedal gasnya," katanya.
"Telah ada peningkatan dalam koordinasi," lanjutnya. "Dan terus terang, saya kira Pakistan telah melakukan pekerjaan hebat. Mereka telah kehilangan banyak orang, setidaknya ada 3.000 prajurit."
Gates mengatakan bahwa meskipun ia tidak mengetahuo di mana Ayman al-Zawahiri dan pemimpin senior Al-Qaidah lainnya bersembunyi, tetapi ia yakin bahwa militer Pakistan telah mengusir mereka keluar dari Waziristan Selatan.
Selain itu, Gates mengakui bahwa sikap anti-Amerika di Pakistan merupakan masalah nyata yang harus dihadapi oleh Amerika. Menurutnya, masalah itu adalah warisan dari generasi sebelumnya.
"Soal ini bukan hal yang baru terjadi beberapa satu bulan lalu atau satu tahun yang lalu. Rakyat Pakistan menganggap kami telah mengkhianati mereka dalam beberapa kesempatan," tambahnya.
Saat menjelaskan mengapa Pakistan merasa tidak aman saat pemerintahnya berhubungan dengan Amerika, Gates mengatakan: "Orang-orang membayangkan bahwa kami berada di ini untuk diri kami sendiri, kami tidak memiliki kepentingan di dalamnya, kami akan segera meninggalkan setelah situasi di Afghanistan stabil."
"Satu-satunya cara agar dapat membangun kepercayaan adalah dengan tindakan yang berkelanjutan," ujar Gates sembari menjelaskan bantuan AS terhadap Pakistan juga berfokus pada ekonomi. (althaf/dawn/arrahmah.com)
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Jejaring Sosial Islam NahnuMuslim.com
The Largest Muslim Social Network (Insha Allah)
www.nahnumuslim.com
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- AS Mungkin Akan Sebar Tentara Lebih Banyak di Afghanistan Utara
- Suplai NATO Kembali Dihantam Ledakan di Baratlaut Pakistan
- Swiss : Seorang Politisi Pencaci Islam Akhirnya Memeluk Islam
- Jepang Kembangkan Baterai Tahan 20 Tahun
- Hatta: Demokrasi tak Bermakna Tanpa "Sejahterakan Rakyat"
- Clinton: Islam Adalah Ancaman Nomor Satu
- Tentara AS Siksa Anaknya Yang 4 Tahun Ala Guantanamo
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
Berita Terbaru
- AS Abaikan Perintah Untuk Meninggalkan Irak
- 14 Mujahidin AQAP Ditangkap di Yaman Selatan?
- Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan Muslim Gaza
- Mujahidin Afghan Serukan Boikot Pemilihan Umum Afghanistan
- OMMA : Konvoy Logistik NATO Diserang di Herat
- China Samai Komputer Super Tercepat di Dunia
- SBY Berharap Ekses Negatif Demokrasi Diperbaiki?
- Pangkalan Militer Rusia di Dagestan Diserang, Tiga Tentara Tewas
- Phobia Merkel: Kekerasan Pemuda Muslim Adalah Masalah
- “Pakistan Akan Memimpin Muslim di Seluruh Dunia, Secepatnya”
Berita Terkait
- AS Abaikan Perintah Untuk Meninggalkan Irak
- “Pakistan Akan Memimpin Muslim di Seluruh Dunia, Secepatnya”
- Tentara Muslim Keluar Dari Militer AS
- Kebakaran Islamic Centre di Tennessee, Disengaja
- Lagu Lama, Gates Bersumpah Kalahkan Taliban dan Al Qaeda
- Biden : AS Akan Memulai Misi Baru di Irak
- AS Tawarkan Sejumlah Uang Untuk Informasi Mengenai Mehsud
- Pasukan Teror AS, Lagi-Lagi, Bantai Warga Sipil Afghanistan
- Remaja New York Dibui Karena Melecehkan Jama’ah Masjid
- AS Masukkan TTP Dalam Daftar Hitam ‘Terorisme’