Clinton: Islam Adalah Ancaman Nomor Satu
Oleh Althaf pada Rabu 10 Februari 2010, 02:22 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Administrasi Obama menegaskan bantahannya dalam talk show politik CNN hari Minggu (7/2) mengenai tuduhan lemahnya Gedung Putih menghadapi dan menangani terorisme Islam, dengan mengatakan bahwa jaringan Islam semacam itu menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan nasional.
Meskipun salah satu dari penasehat keamanan nasional Gedung Putih mengkritik para pembuat undang-undang karena mempolitisasi ancaman keamanan nasional, termasuk serangan Hari Natal di Detroit, Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton mengatakan justru senjata nuklir yang dikembangkan Korea Utara atau Iran bukanlah ancaman besar bagi AS sebagaimana Al-Qaidah dan sekutu-sekutunya.
"Mimpi buruk terbesar yang kita miliki adalah bahwa salah satu anggota organisasi teroris ini akan merebut senjata pemusnah massal," kata Clinton. "Jadi itu benar-benar prospek yang paling mengancam kita lihat."
Direktur Intelijen Nasional AS, Dennis C. Blair, mengatakan kepada Kongres awal bulan ini bahwa dia "yakin" akan ada percobaan serangan teroris lainnya di Amerika Serikat dalam enam bulan mendatang.
Juga pada hari Minggu ini, Iran menantang sanksi internasional atas pengembangan nuklirnya, dengan menyatakan bahwa pada Selasa ini negaranya akan mulai memperkaya uranium enam kali lipat dari nuklir biasanya digunakan dalam pembangkit listrik tenaga nuklir sipil.
Meskipun Clinton mengakui bahwa "Tentu saja negara yang memiliki senjata nuklir seperti Korea Utara atau Iran menimbulkan ancaman yang nyata atau potensial," namun ia tetap bersikukuh bahwa teror dan ancaman yang lebih besar dan serius adalah Islam, walaupun bukan 'agama Islam' itu sendiri.
"Tapi saya rasa bahwa sebagian besar dari kita percaya bahwa ancaman yang lebih besar adalah jaringan non-negara transnasional, terutama kaum ekstrimis, fundamentalis Islam yang terkait dengan Al Qaidah di Semenanjung Arab, di Pakistan dan Afghanistan, di Maghreb [wilayah Afrika Utara]," katanya.
Administrasi Obama telah menuai banyak kritik dari Partai Republik dan Konservatif karena menyepelekan ancaman teror seolah-olah ancaman itu baru akan ditangani ketika melanggar hukum atau menimbulkan bencana.
"Terus terang, saya lelah melihat para politisi menggunakan isu-isu keamanan nasional seperti terorisme sebagai sepak bola politik," deputi penasehat keamanan nasional, John O. Brennan, mengatakan dalam "Meet the Press" NBC pada hari Minggu.
"Mereka ada di luar sana, mereka tidak sadar mengenai fakta-fakta dan mereka membuat tuduhan dan tuduhan tersebut tidak memiliki realitas," lanjut Brennan. (althaf/wol/arrahmah.com)
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba'asyir Agar Presiden Tidak Di'kerbau'kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terbaru
- Masya Allah, Ustadz Aman Abdurrahman Diancam Penjara 15 Tahun!
- Surat Eksklusif Dari Frederic Salvi (Ali) Membantah Polri : Semua Itu Fitnah!
- Allahu Akbar! Pejabat Intelijen Thailand Tewas di Yala
- Serangan Bom Hantam Konvoy Militer di Aljazair Utara, 4 Tewas dan 20 Terluka
- Biden : AS Akan Memulai Misi Baru di Irak
- Jenderal Kristen Bintang Tiga Hadir Dalam Penangkapan Ba’asyir, Ada Apa?
- Muncul Lagi Situs Dukungan untuk Ustadz Abu
- AS Tawarkan Sejumlah Uang Untuk Informasi Mengenai Mehsud
- Nuansa Sunyi Ramadhan di Swedia
- 2015, Pengguna Internet di Indonesia Meningkat 100%
Berita Terkait
- Biden : AS Akan Memulai Misi Baru di Irak
- AS Tawarkan Sejumlah Uang Untuk Informasi Mengenai Mehsud
- Pasukan Teror AS, Lagi-Lagi, Bantai Warga Sipil Afghanistan
- Remaja New York Dibui Karena Melecehkan Jama’ah Masjid
- AS Masukkan TTP Dalam Daftar Hitam ‘Terorisme’
- IIA : Petraeus Harus Membuka Mata dan Mengetahui Fakta Sebenarnya
- Petraeus: Perang Afghan Kurang Sumber Daya
- Angka Kematian Tentara AS Paling Tinggi Pada Tahun Ini Selama Kurun Sembilan Tahun
- Tunggu Dana AS Dulu, Baru Uganda Bantu Somalia
- Tak Jadi Pulang, Seorang Tentara Teroris AS Keburu Tewas Kena Tembakan