Karena Jihad Media, Mereka Terus-menerus Berurusan dengan Hukum Thagut
Oleh Hanin Mazaya pada Selasa 26 Januari 2010, 05:47 PM
Malika El aroud (49), seorang Muslimah berkebangsaan Moroko yang tinggal di Belgia. Ia merupakan janda Abdessatar Dahmane, rahimalullah, yang membunuh Ahmed Shah Massoud pada 9 September 2001 silam atas perintah Syaikh Usamah hafidzahullah.
Setelah menjadi janda, Malikah kembali menikah dengan Moez Garsallaoui (43) yang selalu berhadapan dengan hukum thagut buatan manusia, namun ia tak pernah menyerah. Mereka hidup di antara Pakistan dan Afghanistan, dalam lingkungan kamp pelatihan Al-Qaeda.
El aroud, Garsallaoui dan beyayo, ketiganya ditahan atas dakwaan menjadi pemimpin organisasi "teroris". Beyayo ditahan karena menjadi salah seorang yang dilatih di kamp pelatihan Al-Qaeda.
Enam Muslim lainnya juga ditahan karena mereka merupakan anggota dari kelompok "teror". El Aroud dan Beyayo (juga seorang Muslimah) berada dalam penjara sejak September 2008.
Atas dasar apa mereka ditahan?
Berbagai tuduhan dialamatkan kepada sepasang suami-istri itu, Malika El Aroud dan suaminya Moez Garsallaoui ditahan atas tuduhan menjadi perekrut pemuda Muslim untuk masuk ke dalam kamp pelatihan Al-Qaeda di Pakistan dan Afghanistan. Setelah mendapat cukup pelatihan, mereka kembali ke Eropa untuk melakukan serangan.
Keduanya tidak terbukti menjadi perencana atas serangan di Belgia, karena itu mereka tidak didakwa atas hal tersebut.
Investigator Belgia mengatakan Hicham Beyayo setelah berada di Afghanistan selama kurang lebih setahun, kembali ke tempat asalnya. Intelijen AS mengatakan Beyayo siap melancarkan aksi bom "bunuh diri". Namun Malika menolak tuduhan itu.
"Itu bukanlah peran kami untuk meledakkan bom, aku memiliki senjata lainnya. Menulis, mengungkapkan seluruh opiniku. Itulah jihadku. Dengan kata-kata kalian dapat melakukan banyak hal. Sebuah teks bisa menjadi seperti bom," ujar El Aroud.
Dan untuk bangsa Barat, khususnya AS, ia mengatakan, "Vietnam bukanlah apa-apa. Untuk para tentara AS ynag berada di Afghanistan, mintalah kepada ibu dan istri kalian untuk menyiapkan peti jenazah untuk kalian."
Di tahun 2007 El Aroud dan suaminya dihukum karena aktif menjalankan sebuah website yang mendukung Al-Qaeda. Garsallaoui ditahan selama 23 hari. Di tahun yang sama pada Desember akhir, keduanya kembali ditahan bersama tiga belas orang lainnya dengan tuduhan berusaha membebaskan Nizar Trabelsi dari penjara dan akan melancarkan serangan di Brussel. Dalam 24 jam, mereka dibebaskan karena tidak terbukti tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.
Kini, persidangan akan kembali diigelar pada Maret atau April mendatang. El Aroud, Garsalloui dan Beyayo terancam penjara 10 tahun dan enam orang lainnya 5 tahun karena mereka aktif menjalankan sebuah situs yang memberikan dukungan penuh kepada Al-Qaeda dan mujahidin di seluruh dunia. (haninmazaya/ansar/arrahmah.com)
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
sponsored links
Jejaring Sosial Islam NahnuMuslim.com
The Largest Muslim Social Network (Insha Allah)
www.nahnumuslim.com
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Walau Berat, Polri Siap Telusuri Jejak CIA Di Indonesia
- Pemerintah Harusnya Dorong Demo Pembobolan ATM
- Demo Besar-besaran Digelar di Kashmir
- Dua Tentara Boneka Irak Tewas di Kirkuk
- Tentara Norwegia Tewas dalam Sebuah Ledakan di Afghanistan utara
- Mahasiswa Inggris Bergabung Dengan Kelompok Jihad di Somalia
- McChrystal : Perang di Afghanistan Sudah Cukup
- Al Shabab Rebut Kembali Kota Strategis Baladweyne
- Mujahidin Taliban Bertanggung Jawab Atas Penembakan Drone AS
- Roket Mujahidin Kembali Hantam Basis NATO Di Kandahar
Berita Terbaru
- AS Abaikan Perintah Untuk Meninggalkan Irak
- 14 Mujahidin AQAP Ditangkap di Yaman Selatan?
- Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan Muslim Gaza
- Mujahidin Afghan Serukan Boikot Pemilihan Umum Afghanistan
- OMMA : Konvoy Logistik NATO Diserang di Herat
- China Samai Komputer Super Tercepat di Dunia
- SBY Berharap Ekses Negatif Demokrasi Diperbaiki?
- Pangkalan Militer Rusia di Dagestan Diserang, Tiga Tentara Tewas
- Phobia Merkel: Kekerasan Pemuda Muslim Adalah Masalah
- “Pakistan Akan Memimpin Muslim di Seluruh Dunia, Secepatnya”
Berita Terkait
- AS Akan Menjadikan Yaman dan Afrika Sebagai Lahan Perang Berikutnya
- Bloger Jihadi Yang Membuat Situs Al-Qaeda Akan Didakwa Atas Tuduhan “Terorisme”
- AS Masukkan Komandan Ilyas Kashmiri Dalam Daftar “Teroris"nya
- Al-Qaeda Desak Turki Tuk Putuskan Hubungan Dengan Israel
- Lagi, Empat Pemimpin Sahwa Kembali Dilaporkan Tewas di Irak
- Perlawanan Terhadap Tentara Asing di Timur Afghanistan Meningkat Tajam
- Mantan Koki Syeikh Usamah Dihukum 14 Tahun Penjara
- Allahu Akbar! Pemimpin Militan Bayaran Irak Tewas Bersama Tiga Polisi Boneka Dalam Sehari
- “Ulama” Inggris Bangun Kamp Musim Panas Tuk Perangi “Terorisme”
- Adnan Shukrijumah, Petinggi Al-Qaeda Asal Amerika Serikat