AS Akui Serangan Predatornya Meningkat Pasca Ledakan Khost
Oleh Althaf pada Selasa 12 Januari 2010, 04:30 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Jenderal David Petraeus yang mengomandoi agenda perang Amerika di wilayah Pakistan-Afghanistan, telah mengakui bahwa telah terjadi peningkatan serangan pesawat tanpa awak pada sasaran yang dicurigai militan sejak pembunuhan tujuh agen CIA akhir bulan lalu.
Secara terpisah, kepala militer AS ini pun mengatakan bahwa hubungan negaranya dengan Pakistan sedang kritis bagi Amerika Serikat dan itulah sebabnya ia mengaku telah berbuat begitu banyak untuk merawat hubungan ini.
"Kami tidak berbicara tentang sumber ledakan di Pakistan barat. Tapi jelas, banyak komentator mencatat tindakan kami dilakukan atas banyak tekanan, khususnya, oleh keberadaan Al Qaidah dan juga beberapa elemen 'ekstremis' penting lainnya di sana," Jenderal David Petraeus mengatakan kepada CNN.
Tujuh karyawan CIA tewas dan enam lainnya luka-luka dalam ledakan Khost pada 30 Desember, saat seseorang diri yang disinyalir terkait dengan Al-Qaidah meledakkan sebuah bom di dalam pangkalan AS di Afghanistan.
Para pejabat AS mengidentifikasi pelaku bom sebagai Abu Khalil Mulal Humam al-Balawi, seorang warga Yordania yang terkait dengan Al-Qaidah dan Taliban.
Jenderal Petraeus juga diminta untuk mengomentari sebuah video yang menunjukkan agen ganda Yordania itu duduk di samping pemimpin Tehrik-e-Taliban, Hakimullah Mehsud.
"Ya, pertama-tama, Baitullah Mehsud dan organisasinya melakukan serangan yang sangat mengerikan di dalam Pakistan, dan itulah yang saya pikir harus menarik kekhawatiran Pakistan, seperti yang tentunya menjadi kekhawatiran kami," kata Petraeus.
"Akan banyak nyawa orang yang tak bersalah yang hilang dalam perang, tapi kami memastikan bahwa kami meminimalkan itu dan kami mencoba untuk menghindarinya hampir dalam setiap aksi yang kami lakukan," bualnya. (althaf/cnn/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- PM Inggris Siapkan Laptop Gratis Bagi Warga
- Bantuan Gempa Sumbar Rp 24,5 Miliar Belum Disalurkan
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 11 Januari 2010
- Israel Akan Bangun Tembok Di Sepanjang Perbatasan Israel-Mesir
- Pembicaraan Pakistan-Afghanistan Hari Ini Dilakukan Di Uni Emirat Arab
- NATO: Enam Tentara Internasional Kembali Tewas Di Afghanistan
- Tentara India Tewas Dalam Baku Tembak Di Perbatasan Kashmir
- Obama : Tidak Ada Tentara AS Untuk Yaman
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 10 Januari 2010
- Mujahidin Kaukakus Mendanai Jihad Dengan Uang Hasil Memancing Ikan
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Imarah Islam Afghanistan : Tentara Salibis AS Dalang Peledakan Bus Sipil Afghanistan
- Pesawat Pengintai Milik Jerman Mengalami “Kerusakan” Dan Terjatuh di Provinsi Kunduz
- Ledakan Bom Ranjau Tewaskan Dua Tentara Teroris Italia di Afghanistan Barat
- Tentara Inggris : Penjara Lebih Baik Daripada Perang Afghan
- Ledakan Bom Ranjau Hantam Bus, Mujahidin Kembali Difitnah
- Wikileaks Kemungkinan Dioperasikan Oleh CIA
- Pejabat Afghan Laporkan Kematian 52 Sipil Afghan Akibat Serangan Udara NATO