M Jibriel : Aku Kembali Didzolimi!
Oleh M. Fachry pada Jum'at 01 Januari 2010, 07:09 PM
Beginilah nasib seorang Muslim di negeri yang katanya berpenduduk mayoritas Islam. Diperlakukan tidak manusiawi, didzolimi, dan dianiaya. M Jibriel, pimpinan sekaligus pendiri Ar Rahmah Media harus kembali mengalami hal-hal tersebut. Apakah ummat Islam harus terus berdiam diri dan menerima begitu saja kedzoliman dan perlakuan oknum aparat Densus 88 yang selalu berlindung di balik prosedur standar UU Anti Terorisme?
M Jibriel Didzolimi Lagi
Ini bukan yang pertama. Sejak awal kasus penangkapan M Jibriel kontroversial, juga penuh dengan kedzoliman. Sebagaimana sering diberitakan, pada awalnya M Jibriel 'diculik' Densus 88 setelah sebelumnya dijadikan DPO dengan tuduhan terkait terorisme, lalu mendapat penganiayaan berupa pemukulan oleh tim Densus 88, hingga wajahnya lebam-lebam. Hal ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Komnas HAM dan pelbagai institusi terkait, namun sebagaimana biasa hal itu berlalu begitu saja, untuk kemudian terjadi lagi. Ironis!
Kini, setelah 4 bulan masa perpanjangan penahanan beliau berakhir dan rencananya kasusnya akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidang, M Jibriel kembali mendapat perlakuan dzolim. Apakah ini memang menjadi cara-cara standar Tim Densus 88 untuk 'memerangi' Islam dan kaum Muslimin ?
M Jibriel menceritakan, Rabu, 30 Desember, sekitar jam 2 siang beliau didatangi oleh anggota lapangan Densus 88 yang dengan tergesa memborgol dan memakaikan kaca mata (seperti kaca mata kuda) kepadanya dengan ikatan yang sangat kencang hingga mata beliau memar dan bengkak-bengkak. M Jibriel kemudian meminta kepada para petugas itu untuk sedikit melonggarkan ikatan kaca mata dan memborgol beliau dengan tangan di depan saja, tidak di belakang. Namun, M Jibriel malah dihardik dengan sangat kasar dan tidak manusiawi dengan mengatakan 'Kamu ini napi jangan macam-macam'.
M Jibriel akhirnya tetap dibawa dengan paksa dengan kondisi yang sangat tidak manusiawi. Padahal, bisa saja M Jibriel dibawa dengan santai, manusiawi, bukankah beliau adalah seorang Muslim yang sangat dihormati dan dihargai kehormatannya oleh mayoritas penduduk negeri ini yang juga Muslim ?
Ummat Hendaknya Peduli
M Jibirel kembali menceritakan bahwa beliau dibawa dalam kondisi tidak manusiawi tersebut dari siang hari hingga malam ke Kejaksaan Jakarta Selatan, untuk pelimpahan berkas. Setiap kali beliau memohon agar diperlakukan manusiawi, maka jawabannya adalah ini sudah prosedur. Apakah memang kedzoliman semacam itu prosedur standar Densus 88 ? Apalagi kasus M Jibriel hingga saat ini belum bisa membuktikan keterlibatan beliau dalam kasus terorisme, kecuali sangkaan dan dugaan yang dibuat-buat ? Mulai dari dugaan sebagai penyandang dana yang akhirnya tidak terbukti, lalu dicari-cari sangkaan baru yakni dianggap menyembunyikan pelaku terorisme, yang juga tidak terbukti. Bisa jadi aktivitas M Jibriel dalam mengelola situs Arrahmah.com yang selalu memberitakan berita dunia Islam dan jihad menjadi incaran orang-orang yang memang memiliki kebencian terhadap Islam dan kaum Muslimin. Wallahu'alam bis showab!
Semoga hal ini bisa menjadi perhatian seluruh ummat Islam dan kaum Muslimin di negeri ini agar jangan sampai kedzoliman dan tindakan tidak manusiawi selalu ditimpakan kepada kaum Muslimin dengan dalih penerapan UU Anti Terorisme dan membiarkan teroris yang sebenarnya (AS, Israel, dan sekutu-sekutunya) membantai kaum Muslimin sepanjang waktu. Insya Allah!

sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Pengadilan AS Loloskan Lima Penjahat Blackwater Dari Tuduhan
- Israel Ratakan Lebih Dari 130 Rumah Palestina di Tahun 2009
- Mujahidin Kembali Bunuh Empat Tentara Musyrik India di Kashmir
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 31 Desember 2009
- Tokoh Liberal Tuduh MUI Mendorong Kekerasan
- Kedubes AS Peringatkan Teror di Bali??
- Menkeu: 2009 Bukan Tahun Mudah Bagi Perekonomian
- 2010, Adobe Jadi Sasaran Utama Hacker
- Klarifikasi TTP Tepis Keterlibatannya Dalam Serangan Karachi
- "Saya Masih Hidup," Kata Syaikh Anwar Awlaki, Meskipun Ada Serangan AS
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Jelang Vonis Putri Munawwaroh, SMS Dukungan Beredar!
- Dipukuli Lima Anggota Densus88, Muarifin Hanya Bisa Bertakbir
- Putri Munawwaroh Bacakan Risalah Jawaban Atas Replik JPU
- Densus 88 Kembali Melakukan Penangkapan, Polri Katakan Muarifin Yang Ditangkap di Sragen
- Putri Munawaroh Terisak Ingat Suami Tercinta
- Putri Munawaroh Dituntut 8 Tahun Penjara
- Vonis Terhadap Jibriel Penuh Unsur Politis
- Hakim “Dzolim” Vonis M Jibriel 5 Tahun Penjara ; Perlawanan Belum Berakhir!