PBB: Korban Sipil Afghanistan Naik 10%
Oleh Althaf pada Rabu 30 Desember 2009, 02:37 PM
KABUL (Arrahmah.com) - Kematian sipil di Afghanistan meningkat lebih dari 10 persen dalam 10 bulan pertama tahun 2009, ungkap PBB pad Selasa (29/12), di tengah meningginya kemarahan atas tuduhan pembunuhan anak-anak dalam operasi militer Barat.
Angka yang dikeluarkan Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) pada AFP memperlihatkan terdapat 2.038 warga sipil yang tewas pada 10 bulan pertama perang Afghan tahun 2009, jumlah ini meningkat 10,8% dibanding 10 bulan pertama tahun lalu yang berjumlah 1.838 jiwa.
Angka-angka itu dirilis sehari setelah Presiden Hamid Karzai meluncurkan sebuah investigasi yang melaporkan bahwa 10 orang, sebagian besar dari mereka anak-anak sekolah, tewas dalam serangan yang didalangi oleh pasukan asing di dekat perbatasan Pakistan.
Kematian warga sipil di tangan pasukan asing memicu ketidakpercayaan penduduk Afghan pada pemerintahnya, serta pasukan AS dan NATO.
Perang Afghanistan kini telah berlangsung hampir sembilan tahun dan tahun 2009 menjadi tahun dengan jumlah pasukan salibis terbanyak, serta menyebabkan lebih banyak pertempuran dengan Taliban.
Terdapat lebih dari 110.000 tentara asing yang 'berperang melawan terorisme' di bawah komando AS dan NATO, dengan angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 150.000 orang pada akhir 2010 dengan kedatangan 30.000 lainnya dari AS dan 6.800 dari berbagai negara sekutu yang tergabung dalam NATO.
Jenderal Stanley McChrystal, yang mengomandoi pasukan AS dan NATO di Afghanistan, telah mengklaim telah merancang sebuah prinsip sentral pertempuran dalam strategi barunya bahwa korban sipil harus diminimalkan.
Pada hari Sabtu di bagian timur provinsi Kunar, sebuah serangan oleh pasukan salibis Barat dilaporkan telah menewaskan 10 warga sipil, delapan di antaranya anak-anak sekolah, kata para pejabat Afghanistan.
Menanggapi kejadian tersebut, ISAF NATO mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa seputar kematian warga sipil di Kunar, namun Karzai bersumpah untuk melakukan penyelidikan.
"Presiden sungguh-sungguh sedih dan marah kemarin atas insiden provinsi Kunar," kata juru bicara Karzai Waheed Omar.
"Lebih banyak upaya harus dilakukan untuk mencegah insiden seperti itu," katanya kepada wartawan, dan menambahkan bahwa Karzai akan mengangkat isu sensitif di sebuah pertemuan puncak di negaranya di London bulan depan.
"Salah satu cara yang kami rasa dapat membantu mencegah korban sipil adalah bahwa pasukan keamanan Afghanistan harus diletakkan pada garis depan," katanya.
Pelatihan aparat keamanan Afghanistan yang belum berpengalaman merupakan salah satu kunci dalam strategi Presiden AS Barack Obama untuk menarik jumlah pasukannya, meskipun polisi dan tentara Afghanistan menyatakan kurang dalam merekrut dan pendanaan. (althaf/afp/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- NATO : Tentara Afghan Tembak Tentara AS dan Italia
- Bom Hanguskan Empat Tanker NATO Di Jalan Raya Quetta-Sibi
- Warga Kanada Katakan Perang Afghan Tak Akan Dimenangkan Barat
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 28 Desember 2009
- AQIM Sandera Dua Orang Warga Negara Italia
- Tank Israel Serang Wilayah Utara dan Selatan Jalur Gaza
- Syeikh as-Sudais: Jangan Tinggalkan Risalah Dakwah
- China Mata-matai 4,65 Juta Komputer
- Lagi, Tentara Salibis Inggris Akhiri Riwayat Hidupnya Di Afghanistan
- Netanyahu Minta Pasukan Israel Berjaga Di Perbatasan Palestina
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Pesawat Pengintai Milik Jerman Mengalami “Kerusakan” Dan Terjatuh di Provinsi Kunduz
- Ledakan Bom Ranjau Tewaskan Dua Tentara Teroris Italia di Afghanistan Barat
- Tentara Inggris : Penjara Lebih Baik Daripada Perang Afghan
- Ledakan Bom Ranjau Hantam Bus, Mujahidin Kembali Difitnah
- Pejabat Afghan Laporkan Kematian 52 Sipil Afghan Akibat Serangan Udara NATO
- Wikileaks Kembali Bongkar Kekejian AS, Kini Dalam Perang di Afghanistan
- Ledakan Terjadi di Sebuah Mesjid Lukai 22 Orang
- Helikopter NATO Alami “Kecelakaan” Lagi di Afghanistan