Rusia Dan AS Menjelang Perjanjian START Baru
Oleh Althaf pada Sabtu 19 Desember 2009, 01:19 PM
MOSKOW (Arrahmah.com) - Moskow dan Washington saat ini semakin mendekati jadwal dilakukannya kesepakatan baru mengenai senjata nuklir, menurut seorang jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Jumat (18/12).
"Kami berharap bahwa semua isu-isu yang tersisa akan dapat diselesaikan dalam waktu dekat, bahkan mungkin dalam beberapa jam mendatang," kantor berita Interfax mengutip pernyataan Andrei Nesterenko pada para wartawan.
Nesterenko menambahkan bahwa Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan mitranya dari AS, Barack Obama, diperkirakan mendiskusikan jalannya proses negosiasi dan prospek penyelesaiannya selama pertemuan mereka di Kopenhagen pada hari Jumat.
Sebelumnya, sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya yang dikutip oleh Interfax mengatakan bahwa semua ketentuan perjanjian baru telah disetujui di Jenewa.
Kantor berita RIA Novosti, yang mengutip pernyataan seorang diplomat, juga melaporkan bahwa Washington mengusulkan penandatanganan penggantian 1991 Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START-1) pada pertengahan Januari.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada Kamis menuduh Amerika Serikat memperlambat perundingan pelucutan senjata nuklir di Jenewa, dan menambahkan bahwa START baru tak mungkin akan ditandatangani di Kopenhagen pada akhir minggu ini.
Pejabat di kedua belah pihak sebelumnya mengusulkan harapan bahwa kesepakatan bisa dicapai sebelum akhir tahun ini.
Medvedev dan Obama mengumumkan pada pertemuan pertama mereka bulan April lalu bahwa kedua negara akan membuat pengganti START-1 pada akhir tahun ini.
START-1, yang ditandatangani pada 1991 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, mewajibkan kedua belah pihak untuk mengurangi hingga 6.000 hulu ledak nuklir mereka dan membatasi pengiriman kendaraan hanya sampai 1.600 unit.
Beberapa poin perjanjian baru ini disetujui oleh kedua presiden pada pertemuan puncak di Moskow bulan Juli lalu, termasuk pembatasan operasional 1.500 - 1.675 hulu ledak nuklir dan pengiriman kendaraan 500 - 1.000 unit. (althaf/xnh/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Lagi, Serangan Bom Kembali Guncang Waziristan Utara
- Sambut Muharram, Gunakan Dinar Dirham
- Pakistan Dan AS Tetap Bersitegang Seputar Perluasan Perang
- Tentara Kafir Filipina Tawarkan Dua Juta Peso Tuk Tangkap Komandan MILF
- Predator AS Kembali Renggut Nyawa Sipil Pakistan
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 17 Desember 2009
- Menkominfo Selidiki Perusahaan Telekomunikasi yang Bermitra dengan Israel
- Dinilai Cari Untung, Maxima Kembali Pancing Amarah Muslim
- Software Murah Bantu Mujahidin Irak Cegat Predator AS
- Pernyataan Imarah Islam Afghanistan: Strategi Perang Amerika Dalam Ucapan Brown
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Imarah Islam Afghanistan : Tentara Salibis AS Dalang Peledakan Bus Sipil Afghanistan
- Rusia Perangi Persatuan Muslim Kaukakus Dengan Menyebarkan Kebencian
- Wikileaks Kemungkinan Dioperasikan Oleh CIA
- Keji, Penduduk Rusia Keroyok Anak-anak Chechnya di Sebuah Kamp di Wilayah Krasnodar
- Pejabat Afghan Laporkan Kematian 52 Sipil Afghan Akibat Serangan Udara NATO
- Wikileaks Kembali Bongkar Kekejian AS, Kini Dalam Perang di Afghanistan
- Tentara Salibis AS Yang Menghilang, Berada Dalam Tahanan Mujahidin