Kerjasama CIA dan Blackwater Dirahasiakan
Oleh Althaf pada Ahad 13 Desember 2009, 02:24 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Koran New York Times terbitan AS mengkonfrimasikan keterlibatan para pegawai perusahaan jasa kontraktor keamanan swasta AS, Blackwater dalam operasi rahasia Dinas Rahasia AS (CIA) di Iraq dan Afghanistan.
Kantor berita AFP melaporkan, sejumlah pejabat CIA dan mantan pegawai Blackwater dalam wawancara dengan New York Times mengatakan, para pengawai Blackwater terlibat dalam aksi pembunuhan dan dan penyiksaan warga Iraq termasuk aksi teror terhadap 17 warga Iraq pada Septemper 2007 di Baghdad. Mereka juga terlibat dalam berbagai operasi rahasia CIA di Iraq dan Afghanistan.
Seorang pernyataan seorang purnawirawan CIA, Dinas Rahasia AS memiliki hubungan sangat erat dengan Blackwater. Dikatakannya, namun kerjasama CIA dengan Blackwater itu selalu dirahasiakan
Mental Koboi
Menurut catatan, ada sekitar 30.000 pasukan bayaran dari perusahaan swasta Blackwater Worldwide yang disewa Pentagon, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) di Iraq. Dan sekitar 300.000 orang di Afghanistan.
Sebagaimana diketahui, Blackwater merupakan perusahaan jasa militer swasta yang disewa Pentagon dan Departemen Luar Negeri untuk mengamankan konvoi dan diplomat AS di Iraq. Namun dalam perjalanannya, para personel Blackwater ternyata banyak bikin ulah dan terlibat dengan berbagai kasus kriminal akibat mental koboi.
Milisi Blackwater berulangkali dituduh memiliki mentalitas koboi dan memakai pendekatan "tembak dulu, bertanya kemudian" ketika menjalankan tugas-tugas pengawalan di Iraq.
Insiden kematian sejumlah penduduk sipil Iraq di sebuah sudut kota Baghdad yang sibuk pada 16 September 2007 akibat ulah milisi ini memicu kemarahan rakyat Iraq.
Satu penyelidikan yang dilakukan Iraq menunjukkan, 17 warga sipil meninggal dan 20 lainnya terluka dalam insiden di mana para pengawal bayaran Blackwater memuntahkan tembakan selama mengawal satu konvoi diplomatik Amerika tengah membelah Kota Baghdad.
Lima mantan pengawal bayaran Blackwater pernah diajukan ke pengadilan di Washington menyusul insiden itu. Mereka menyatakan tidak bersalah atas pembunuhan 14 warga sipil Irak dan melukai 18 orang lainnya akibat tembakan dan serangan granat.
Setelah insiden itu, pemerintah Iraq menekan Departemen Luar Negeri AS untuk menarik Blackwater dari negara itu, tapi ironisnya kontrak keamanan dengan perusahaan itu malah diperbarui pada 2008.
Mereka juga terlibat pembunuhan, pembantaian terhadap warga sipil Iraq, narkotika sampai prostitusi anak-anak. Karena dianggap mencoreng citra AS dan militernya di Iraq, pemerintah AS akhirnya memutus kontrak kerjasama dengan Blackwater pada bulan Mei lalu dan Blackwater harus kehilangan kontrak senilai jutaan dollar dari departemen luar negeri AS. (hdytlh/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Tawanan Palestina Semakin Teraniaya Di Dalam Penjara Israel
- Simpang Siur Kemenangan Perang Afghanistan
- Rehman Malik: Kami Tidak Ingin Bermusuhan Dengan AS (?)
- Patung Obama, Melukai Hati Kaum Muslimin
- Noordin M Top Rajai Yahoo Selama 2009
- MUI Peringatkan RS Mitra Soal Larangan Memakai Jilbab
- Polisi Tangkap Tiga Warga Negara AS Di Lahore
- Ketakutan, Pejabat Tinggi PBB Ingin Segera Tinggalkan Afghanistan
- Masjid Tepi Barat Diserang Para Vandalis Yahudi
- Asing Takutkan Mujahidin Somalia Tingkatkan Taktik Perlawanan
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Imarah Islam Afghanistan : Tentara Salibis AS Dalang Peledakan Bus Sipil Afghanistan
- Wikileaks Kemungkinan Dioperasikan Oleh CIA
- Pejabat Afghan Laporkan Kematian 52 Sipil Afghan Akibat Serangan Udara NATO
- Wikileaks Kembali Bongkar Kekejian AS, Kini Dalam Perang di Afghanistan
- Tentara Salibis AS Yang Menghilang, Berada Dalam Tahanan Mujahidin
- AS Akan Kembali Kerjasama dengan Kopassus
- Helikopter NATO Alami “Kecelakaan” Lagi di Afghanistan