Blackwater Lancarkan ‘Perang’ Rahasia Di Pakistan
Oleh Althaf pada Rabu 25 November 2009, 05:27 PM
ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Sebuah laporan terbaru menuduh perusahaan keamanan swasta Amerika Serikat, yang sebelumnya dikenal dengan Blackwater, menjalankan program penculikan dan pembunuhan terhadap tersangka Taliban dan anggota al-Qaidah di barat laut Pakistan.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Senin (23/11), majalah The Nation menyatakan bahwa perusahaan yang sekarang dikenal sebagai Xe itu pun terlibat dalam menjalankan pemboman dengan pesawat militer tanpa awak AS dari Pakistan.
Jeremy Scahill, wartawan investigasi yang membeberkan kasus itu, mengatakan pada Selasa (24/11) bahwa program-program tersebut bersifat sangat rahasia dan banyak para pejabat senior dalam pemerintahan Barack Obama kemungkinan besar tidak menyadarinya.
"Apa yang saya dapatkan adalah bahwa selama bertahun-tahun telah terjadi operasi rahasia militer AS di dalam perbatasan Pakistan ... dan Blackwater berada di balik semua itu. bukan hanya pemboman dengan pesawat predator tanpa awak tapi juga operasi penculikan terhadap beberapa target (yang terkait dengan Taliban dan al Qaidah)," tutur Scahill.
Memburu bin Ladin
Scahill, mengutip sumber-sumber intelijen militer dan seorang mantan pejabat Blackwater, mengatakan program dimulai dengan kesepakatan antara AS dan pemerintah Pakistan.
"Pada tahun 2006, pemerintahan Bush membuat kesepakatan dengan pemerintah di Islamabad yang akan memungkinkan pasukan khusus AS untuk memasuki wilayah Pakistan dalam rangka berburu Usamah bin Ladin atau orang-orang penting lainnya."
"Perjanjian tersebut disusun sedemikian rupa sehingga Pakistan bisa memiliki wewenang untuk menyangkal bahwa pihaknya telah memberi izin."
Belum ada tanggapan dari Islamabad atas pembeberan kasus ini, dan Scahill mengatakan bahwa Gedung Putih pun tidak menanggapi permintaannya untuk memberikan komentar.
Namun Scahill mengatakan kantor Laksamana Mike Mullen, ketua Pimpinan Staf Gabungan, telah menghubungi dia dan menolak tuduhan tersebut.
"Saya tidak menghubungi mereka, mereka menelepon saya dan memberitahu saya bahwa tuduhan itu tidak sesuai dengan realitas," kata Scahill.
"Saya sudah bicara dengan sumber-sumber saya sebelumnya, dan mereka mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa para pejabat dalam rantai komando militer yang tidak terlibat pada program ini."
Para pejabat AS mengatakan bahwa mereka percaya wilayah barat laut Pakistan adalah tempat persembunyian al-Qaidah, termasuk Usamah Bin Ladin.
Blackwater Yang Bersalah
Daerah barat laut, dan khususnya Peshawar, ibukota Provinsi North West Frontier (NWFP), telah menjadi target beberapa penyerangan beberapa pekan terakhir. Pemerintah dan media mengklaim bahwa serangan itu dilakukan oleh Taliban sebagai pembalasan atas serangan militer yang diluncurkan di wilayah kesukuan Waziristan Selatan terhadap anggota Tehrik-e-Taliban Pakistan.
Namun jurubicara Taliban minggu lalu menolak tudingan tersebut dan mengatakan bahwa Blackwater merupakan pelaku dari dua pemboman yang terjadi baru-baru ini.
Azam Tariq yang mengirimkan pernyataan melalui rekaman video di internet, mengatakan serangan Taliban tidak pernah ditujukan untuk menargetkan warga sipil dan ledakan itu terkait dengan aktivitas Blackwater di Pakistan.
Xe sendiri membantah memiliki kontrak di Pakistan.
Perusahaan yang berbasis di Carolina Utara yang bertugas untuk menyediakan fasilitas keamanan bagi para diplomat di seluruh dunia, ini harus menghadapi dakwaan pelanggaran hak asasi manusia sejak tahun 2007 atas insiden penembakan di Irak yang menewaskan 17 warga sipil. (althaf/alj/arrahmah.com)
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
sponsored links
Jejaring Sosial Islam NahnuMuslim.com
The Largest Muslim Social Network (Insha Allah)
www.nahnumuslim.com
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Kendaraan NATO Dibakar di Jafarabad
- Syekh Aweys: "Kami Minta Maaf Atas Pertempuran di Somalia Selatan"
- India Ingin Lebih 'Mesra' Dengan AS
- Obama Desak Diadakannya Rapat Nasional Mengenai Perang Afghanistan
- Bayi Penderita Gizi Buruk di Kediri Kritis
- Dokumen Konferensi Iklim Dicuri Hacker
- Warga AS Jadi Sasaran Penembakan di Aceh
- Konvoi Calon Gubernur Maguindanao Diserang, 21 Tewas
- Militer Pakistan Serang Mujahidin Di Barat Laut
- Al Shabab Rebut Kota Selatan Somalia
Berita Terbaru
- AS Abaikan Perintah Untuk Meninggalkan Irak
- 14 Mujahidin AQAP Ditangkap di Yaman Selatan?
- Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan Muslim Gaza
- Mujahidin Afghan Serukan Boikot Pemilihan Umum Afghanistan
- OMMA : Konvoy Logistik NATO Diserang di Herat
- China Samai Komputer Super Tercepat di Dunia
- SBY Berharap Ekses Negatif Demokrasi Diperbaiki?
- Pangkalan Militer Rusia di Dagestan Diserang, Tiga Tentara Tewas
- Phobia Merkel: Kekerasan Pemuda Muslim Adalah Masalah
- “Pakistan Akan Memimpin Muslim di Seluruh Dunia, Secepatnya”
Berita Terkait
- AS Abaikan Perintah Untuk Meninggalkan Irak
- “Pakistan Akan Memimpin Muslim di Seluruh Dunia, Secepatnya”
- Tentara Muslim Keluar Dari Militer AS
- Kebakaran Islamic Centre di Tennessee, Disengaja
- Lagu Lama, Gates Bersumpah Kalahkan Taliban dan Al Qaeda
- Biden : AS Akan Memulai Misi Baru di Irak
- AS Tawarkan Sejumlah Uang Untuk Informasi Mengenai Mehsud
- Pasukan Teror AS, Lagi-Lagi, Bantai Warga Sipil Afghanistan
- Remaja New York Dibui Karena Melecehkan Jama’ah Masjid
- AS Masukkan TTP Dalam Daftar Hitam ‘Terorisme’