Penahanan Ilegal, FBI Digugat
Oleh Althaf pada Jum'at 13 November 2009, 03:05 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Seorang warga negara Amerika Serikat yang ditahan secara ilegal dan diintrogasi di Kenya, Ethiopia dan Somalia telah mengajukan gugatan dan ganti rugi dari agen FBI yang katanya bertanggung jawab atas penganiayaan yang diterimanya.
Dalam dokumen-dokumen hukum yang diperoleh oleh AFP pada Rabu (11/11), Amir Meshal mengatakan ia ditahan tanpa dasar hukum dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi dan sering diperlakukan semena-mena saat diintrogasi oleh agen-agen AS.
Meshal, seorang Muslim yang lahir dan dibesarkan di negara bagian New Jersey, pertama kali ditahan pada Januari 2007 dala, operasi gabungan AS-Kenya-Ethiopia di perbatasan Kenya-Somalia.
Dia mengatakan agen federal menolak untuk mengembalikannya ke Amerika Serikat karena Meshal tidak mengakui keterlibatan dengan al-Qaidah.
"Salah satu pejabat AS memperlihatkan bahwa tidak dibawa pulangnya Meshal karena mereka (agen FBI) tidak punya cukup bukti untuk menyidangkan dan memenjarakan Meshal di Amerika Serikat," kata pengacara Meshal.
Setelah ditahan di Kenya, Meshal dibawa ke sebuah fasilitas penahanan di Somalia dan kemudian dibawa di Ethiopia.
Selama tiga bulan ia ditahan di Ethiopia dan Somalia ia hanya diinterogasi oleh agen FBI.
Meshal mengklaim ia mengunjungi Mogadishu pada 2006, ketika merasa kondisi ibukota Somalia relatif lebih membaik untuk belajar Islam, tetapi kemudian ia malah mendapati dirinya terperangkap dalam pertempuran yang pecah pada awal 2007.
Agen FBI mengatakan berulang kali menginterogasi dia, menuduhnya menjadi anggota al-Qaidah dan mengancam Meshal akan dipindahkan ke Israel, di mana mereka mengatakan pihak berwenang di sana bisa 'melenyapkannya', atau Mesir, di mana mereka punya 'cara' untuk membuat Meshal bicara.
Meshal pun mengakui bahwa ia diancam dengan penyiksaan fisik dan mental.
Setelah ditransfer dari Somalia ke Ethiopia, Meshal menghabiskan tiga bulan di dalam tahanan, dan muncul tiga kali sebelum pengadilan militer Ethiopia tertutup dilakukan, sebelum tiba-tiba dan tanpa penjelasan ia diterbangkan kembali ke Amerika Serikat.
Meshal mengaku apa yang dialaminya merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai salah satu program rendisi luar biasa yang biasa dilakukan oleh pemerintahan AS masa Bush untuk mentransfer tersangka teror ke negara-negara di mana mereka bisa diinterogasi tanpa perlindungan konstitusional Amerika Serikat. (althaf/afp/ansr/arrahmah.com)
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
sponsored links
Jejaring Sosial Islam NahnuMuslim.com
The Largest Muslim Social Network (Insha Allah)
www.nahnumuslim.com
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Ilaa Ukhtinaa Al-Habiibah..
- KPI: Iklan Jangan Bingungkan Masyarakat
- Australia Puji Daya Tahan RI Dalam Krisis (?)
- APHC: India Selalu Mencari Cara Untuk Memperpanjang Penjajahannya Di Kashmir
- Penduduk Setempat: Polisi Afghanistan Yang Menewaskan Lima Tentara AS Adalah Pahlawan
- Seorang Rabi Israel Dukung Pembunuhan Non-Yahudi
- Teroris CIA Kembali Berulah, 34 Sipil Pakistan Di Charsadda Tewas
- Sistem Rudal Israel Memukau India
- China Desak Yahoo Bersihkan Konten Porno
- MUI Jatim: Sekte Sesat Ajang Cari Duit
Berita Terbaru
- Uni Eropa Serukan Kerja Sama Perangi “Terorisme”
- Tentara AS Membunuhi Warga Afghan Untuk Senang-Senang
- Rencana IISS Mengenai Penarikan Pasukan Inggris dari Afghanistan Diumumkan
- Ilmuwan Gila Anggap Ilmu Alam Membuat Eksistensi Tuhan Tidak Penting
- SBY Surati Obama Cegah Pembakaran Al-quran?
- Rabi Yahudi Boikot Kunjungan ke Israel
- Pesawat Tanpa Awak AS Berulah Kembali di Pakistan, 22 Warga Sipil Tewas Dalam 24 Jam
- Pendeta Gila Yang Keras Kepala, Tak Mau Batalkan Rencana Pembakaran Al Quran
- Mullah Umar Tegaskan Kemenangan Mujahidin Sudah Dekat
- Sabtu, 11 September 2010 : Hari Internasional Pembakaran Bendera Amerika
Berita Terkait
- Uni Eropa Serukan Kerja Sama Perangi “Terorisme”
- Tony Blair: Islam “Radikal” Adalah Ancaman Terbesar di Dunia (?)
- AS Masukkan TTP Dalam Daftar Hitam ‘Terorisme’
- Tunggu Dana AS Dulu, Baru Uganda Bantu Somalia
- Al-Shabaab Kirim Mortirnya Ke Istana Presiden, 4 Tentara Uganda Tewas
- Al-Shabaab Ambil Alih Sebuah Stasiun Radio di Mogadishu
- Mujahidin Al-Shabaab Serang Basis Militan Bayaran “Ahlu Sunnah”
- Kronologis Latihan Militer Tersangka Teroris di Mako Brimob dan Peristiwa Terorisasi di Aceh
- Rezim Tajikistan Paksa Anak-anak Keluar Dari Madrasah
- Puluhan Tewas Dalam Pertempuran Sengit di Somalia