Mantan Penguasa Soviet Desak AS Mangkat Dari Afghanistan
Oleh Althaf pada Senin 09 November 2009, 09:21 PM
MOSKWA (Arrahmah.com) - Mantan pemimpin Soviet, Mikhail Gorbachev, telah mendesak Amerika Serikat untuk menarik semua pasukan militernya dari Afghanistan.
Gorbachev mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara pada Minggu (8/11) bahwa "penarikan mundur pasukan asing dari Afghanistan harus menjadi tujuan."
Pemimpin terakhir Uni Soviet ini pun menyarankan Presiden AS Barack Obama membatalkan pengiriman pasukan tambahan ke Afghanistan. "Saya berpikir bahwa yang dibutuhkan bukanlah pasukan tambahan."
Ia membuat pernyataan bersamaan dengan kisruhnya Washington dalam mempertimbangkan pengiriman sebanyak 40.000 pasukan tambahan ke Afghanistan.
Gorbachev, yang memerintah Uni Soviet dari tahun 1985 hingga bubar negara tersebut pada tahun 1991, mendesak AS untuk mengikuti model negaranya selama menduduki Afganistan. "Saya pikir pengalaman kami patut mendapat perhatian."
Banyak sejarawan mengatakan pendudukan Afganistan oleh Uni Soviet merupakan faktor utama di balik runtuhnya negara itu.
Pemenang Nobel Perdamaian tahun 1990 ini juga menyarankan AS untuk fokus pada jalur penyelesaian diplomatis (dialog) untuk mengakhiri penderitaan panjang rakyat Afghanistan. (althaf/arrahmah.com)
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
sponsored links
Jejaring Sosial Islam NahnuMuslim.com
The Largest Muslim Social Network (Insha Allah)
www.nahnumuslim.com
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman
- Ponsel China Bersiap Menguasai Dunia
- Tentara Inggris Tewas Di Afghanistan Selatan
- Polisi Musyrik India Brutal, 21 Orang Cedera
- Goldstone Kecewa Pada Reaksi AS
- Anggota DPR: Tidak Pernah Merasa Melawan Suara Rakyat?
- Sambutan Hangat Untuk Motorola Droid
- Presiden Somalia Jalan-Jalan Ke Kenya Cari Bantuan
- Kerjasama Nuklir AS-Rusia Dimulai Akhir Tahun
- Lagi, Klaim Militer Pakistan Atas 'Kegagahan'-nya Di Waziristan
Berita Terbaru
- AS Abaikan Perintah Untuk Meninggalkan Irak
- 14 Mujahidin AQAP Ditangkap di Yaman Selatan?
- Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan Muslim Gaza
- Mujahidin Afghan Serukan Boikot Pemilihan Umum Afghanistan
- OMMA : Konvoy Logistik NATO Diserang di Herat
- China Samai Komputer Super Tercepat di Dunia
- SBY Berharap Ekses Negatif Demokrasi Diperbaiki?
- Pangkalan Militer Rusia di Dagestan Diserang, Tiga Tentara Tewas
- Phobia Merkel: Kekerasan Pemuda Muslim Adalah Masalah
- “Pakistan Akan Memimpin Muslim di Seluruh Dunia, Secepatnya”
Berita Terkait
- AS Abaikan Perintah Untuk Meninggalkan Irak
- Mujahidin Afghan Serukan Boikot Pemilihan Umum Afghanistan
- OMMA : Konvoy Logistik NATO Diserang di Herat
- Tak Bosan-Bosan Pasukan Teror Barat Bantai Warga Sipil Afghanistan
- Tentara Muslim Keluar Dari Militer AS
- Kebakaran Islamic Centre di Tennessee, Disengaja
- Lagi, Serangan Udara NATO Tewaskan Sipil Afghanistan
- Lagu Lama, Gates Bersumpah Kalahkan Taliban dan Al Qaeda
- Kafir Bodoh, Hantam 100 Konvoy Kendaraan Yang Mereka Kira Mujahidin
- Biden : AS Akan Memulai Misi Baru di Irak