Upaya Opresifitas Negara Di Balik Revisi UU Antiteror
Oleh Althaf pada Sabtu 12 September 2009, 03:22 PM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Panglima TNI Djoko Santoso menilai perlunya merevisi Undang-Undang Antiteror yang saat ini berlaku. UU yang ada saat ini belum bisa meredam ancaman teror yang mulai membesar.
"Di Indonesia, menurut saya undang-undangnya agak longgar, baik itu narkoba, antiteror, dan keamanan. Sedangkan tetangga kita, Malaysia, Singapura, lebih ketat sehingga larinya ke kita," ujar Panglima TNI usai berbuka puasa bersama di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (11/9).
Revisi ini bertujuan agar undang-undang yang digunakan untuk menindak, sesuai dengan ancaman yang dihadapi oleh Indonesia.
"Apakah itu Undang-Undang Antiteror, Undang-Undang Keamanan, sebaiknya memberikan kewenangan kepada instansi terkait untuk menghadapi ancaman itu ke depan," ujarnya.
Besarnya ancaman, kata Djoko, bisa dilihat dari adanya ancaman keamanan terhadap kepala negara, dan ancaman kepada generasi muda di Indonesia.
"Itu seimbang, tentunya kewenangan aturan-aturan terhadap ancaman. Apakah itu teroris, narkoba, keamanan itu memberikan kewenangan yang seimbang dengan ancamannya" tegas. (okz/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- PKS: Hukuman Rajam di Aceh Harus Didialogkan?
- Legislator PDS Bagi-bagi Jilbab ke PSK?
- Hong Kong Ibukota Spam
- Pria Yahudi Bersenjata Tembak Muslim Palestina
- AS Percaya Diri Terus Lakukan Penarikan Mundur Pasukannya Dari Irak?
- Munafikin Pakistan Klaim Tangkap Jubir Taliban
- Mujahidin Al Shabab Di Wilayah Bay Dan Bakol Lakukan Patroli, Tangkap Banyak Preman
- Maulana Fazlullah Yakinkan Taliban Kembali 'Pulih'
- Mereka Imarah Islam Afghanistan Bukan Taliban
- Road To 911 : Rilis Ulang Jihad Magz Edisi III
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan