ICOS: Mujahidin Taliban Ada Di Seluruh Penjuru Afghanistan
Oleh Althaf pada Jum'at 11 September 2009, 01:52 PM
KABUL (Arrahmah.com) - Keberadaan mujahidin Taliban telah menyebar di seluruh penjuru Afganistan. Hal ini didukung oleh serangkaian data yang dikumpulkan dari salah satu 'think tank' kebijakan internasional pada Kamis (10/9), seiring dengan semakin tidak menentunya kondisi politik negara tersebut pasca pemilihan presiden.
Ketidakmenentuan politik ini semakin pelik sejak aksi pengumpulan suara 20 Agustus lalu, dimana Presiden incumbant Hamid Karzai bersikukuh bahwa hasil pemilihan tersebut benar-benar murni meskipun dibantah oleh lembaga pengawas pemilu PBB yang menyatakan bahwa banyak suara dalam pemilihan itu tidak valid dan memerinthakan dilakukannya penghitungan ulang.
Ketidakmenentuan ini pun berbanding lurus dengan semakin meningginya tingkat kekerasan di Afghanistan sejak Taliban ditumbangkan oleh angkatan perang Afghan yang didukung oleh AS pada 2001, dengan semakin meningkatnya kerugian militer dan kematian penduduk sipil yang terjadi.
Sebuah dokumen keamanan yang diterbitkan oleh kelompok penelitian kebijakan Dewan Internasional Keamanan dan Perkembangan (ICOS) memperlihatkan semakin 'gawat'-nya kondisi keamanan seiring dengan meluasnya aktivitas Taliban di sedikitnya 97 persen wilayah Afghanistan.
Data ICOS yang dirilis pada hari Kamis (10/9) memperlihatkan gambaran suram dibanding dokumen yang mereka keluarkan bulan lalu mengenai kondisi Afghanistan dan pemerintahannya, dimana Taliban disinyalir hanya menguasai setengah wilayah negara tersebut.
Menurut laporan dalam setiap minggunya sejak Januari 2009 selalu saja ada satu serangan mujahidin Taliban di hampir 80 persen wilayah Afganistan.
"Di sepanjang wilayah utara Afghanistan, kami menemukan peningkatan yang dramatis mengenai serangan terhadap tentara internasional, pemerintah Afghan, dan warga sipil," tutur analis kebijakan ICOS, Alexander Jackson.
Sedangkan meningkatnya jumlah korban dari kalangan sipil, lebih banyak dan seringkali disebabkan oleh 'keteledoran' pasukan salibis internasional, seperti yang terjadi belum lama ini di provinsi Kunduz. Namun, penyimpangan perang seperti itu tidak pernah digubris oleh pemerintah Afghan dan dunia internasional. Mereka hanya mampu mengecam dan mengecam tanpa bisa memberikan tindakan tegas apapun, kecuali memberi legalisasi agar angkatan perang NATO yang dipimpin AS itu lebih lama tinggal di Afghanistan.
Sementara itu, presiden ICOS, Norine MacDonald, mengatakan bahwa kesimpulan yang diperoleh oleh lembaganya itu memperlihatkan adanya kevakuman konstitusional dan kelumpuhan peranan pemerintah Afghanistan. (althaf/rtrs/ansarnet/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- AS Bersemangat Tandatangani Kesepakatan Anti-Pembajakan Somalia
- Pengadilan Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Lagi Perumahan Palestina
- Somalia Kini Minta Djibouti Tuk Kirimkan Tentara
- 8.997 Pengungsi di Kecamatan Sindangbarang Terkatung
- E-book Asus Berwarna dan Bisa Dilipat
- Empat Pemuda Kashmir Syahid (Insha Allah) dan Seorang Tentara Musyrik India Tewas
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 9 September 2009
- AS Tempatkan Komponen Pertahanan Nuklirnya Di Israel
- Kadensus Berbohong, Ustadz Abu Jibriel Kecewa
- Muslimah Palestina Ungkapkan Kebiadaban dalam Penjara Israel
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Pesawat Pengintai Milik Jerman Mengalami “Kerusakan” Dan Terjatuh di Provinsi Kunduz
- Ledakan Bom Ranjau Tewaskan Dua Tentara Teroris Italia di Afghanistan Barat
- Tentara Inggris : Penjara Lebih Baik Daripada Perang Afghan
- Ledakan Bom Ranjau Hantam Bus, Mujahidin Kembali Difitnah
- Pejabat Afghan Laporkan Kematian 52 Sipil Afghan Akibat Serangan Udara NATO
- Wikileaks Kembali Bongkar Kekejian AS, Kini Dalam Perang di Afghanistan
- Ledakan Terjadi di Sebuah Mesjid Lukai 22 Orang
- Maulana Fazlullah : Kami Masih Aktif di Swat