Rusia Dan Amerika Serikat Mulai Menyusun Kembali Kesepakatan Kerjasama Senjata Pemusnah Masal
Oleh Althaf pada Ahad 06 September 2009, 04:35 PM
MOSKOW (Arrahmah.com) - Rusia dan Amerika Serikat sudah mulai menyusun perjanjian baru 'reduksi' persenjataan nuklir, sebagaimana yang dilaporkan dalam pernyataan kementrian luar negeri Rusia pada hari Sabtu (5/9).
"Kedua belah pihak sudah mulai mengerjakan poin-poin spesifik untuk perjanjian yang akan datang, dan keduanya bersepakat kerja sama kali ini akan dilakukan oleh tim khusus," ungkap pernyataan yang dikeluarkan oleh kementrian luar negeriitu.
Kedua negara menutup putaran kelima percakapan mereka dengan perjanjian 'reduksi' persenjataan di Genewa 2 September lalu.
Juru bicara kementrian luar negeri, Andrei Nesterenko, mengatakan pada Kamis (3/9) bahwa percakapan selanjutnya akan diadakan di Genewa pada 21 September mendatang.
Selama pertemuan, negosiator dari kedua negara mendiskusikan parameter atas perjanjian yang baru serta memformulasikan diksi yang tepat agar kedua presiden AS dan Rusia dengan mudah menyepakatinya, kata Nesterenko.
Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, dan Barack Obama, sebelumnya pada bulan Juli lalu di Moskow, sepakat untuk memperbaiki perjanjian pengurangan persenjataan strategis (START I).
START I, yang ditandatangani pada tahun 1991 dan berakhir pada bulan Desember tahun ini, membatasi sedikitnya 6.000 unit senjata nuklir strategis yang dimiliki AS dan Rusia dan membolehkan masing-masing negara untuk saling memeriksa persenjataan satu sama lain.
Hingga saat ini belum jelas kata 'reduksi' yang dipakai untuk menamai perjanjian tersebut akan dibawa ke arah yang mana, mengingat di samping berseberangan secara ideologi, baik AS maupun Rusia merupakan negara yang sangat ambisius dengan kepentingannya masing-masing, dan tentunya sama-sama merupakan negara yang terang-terangan menjajah negeri-negeri muslim. (althaf/xinhua/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Akibat Bom Ranjau, Satu Lagi Tentara Penjajah Polandia Tewas di Afghanistan
- RI Masih Bisa Beli Alutsista Rusia US$900 Jt (?)
- JUI : AS Membangun Pentagon Mini di Islamabad
- Adik Imam Samudra: Tidak Ada Al Jazirah Di Banten
- Hindari Virus, Jangan Buka Situs Porno!!!
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 5 September 2009
- Lagi, Zionis Ganas Bunuhi Bocah Palestina
- Islamabad Sangkal Keberadaan Blackwater Di Pakistan
- 12 Tentara Jerman Tewas Akibat Serangan Balasan Atas Kekejian NATO Di Kunduz
- Tentara AS Pelaku Pemerkosaan Dan Pembunuhan Muslimah Irak Lolos Dari Hukuman Mati
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Imarah Islam Afghanistan : Tentara Salibis AS Dalang Peledakan Bus Sipil Afghanistan
- Rusia Perangi Persatuan Muslim Kaukakus Dengan Menyebarkan Kebencian
- Wikileaks Kemungkinan Dioperasikan Oleh CIA
- Keji, Penduduk Rusia Keroyok Anak-anak Chechnya di Sebuah Kamp di Wilayah Krasnodar
- Pejabat Afghan Laporkan Kematian 52 Sipil Afghan Akibat Serangan Udara NATO
- Wikileaks Kembali Bongkar Kekejian AS, Kini Dalam Perang di Afghanistan
- Tentara Salibis AS Yang Menghilang, Berada Dalam Tahanan Mujahidin