Gadis Muda Iran Dipaksa Menikah Sebelum Dieksekusi
Oleh Prince of Jihad pada Rabu 22 Juli 2009, 12:14 PM
Teheran (arrahmah.com) - Seorang pria Iran terpaksa mengawini seorang gadis Iran sehari sebelum gadis tersebut dieksekusi mati. Perkawinan ini dimaksudkan untuk melegalkan hukuman mati terhadap gadis tersebut.
Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu adalah pengikut pemimpin spiritual Iran, Ali Khamenei. Pada The Jerussalem Post dia mengatakan, di usianya yang baru menginjak 18 tahun dirinya diberi kehormatan untuk mengawini wanita muda yang hendak dijatuhi hukuman mati.
Dalam hukum Islam yang diterapkan di Iran, tidak diperkenankan menghukum mati wanita yang statusnya masih perawan. Sehingga, untuk melegalkan penerapan hukuman mati terhadap wanita tersebut, pemerintah menggelar upacara perkawinan kecil-kecilan pada malam sebelum sang terhukum dieksekusi.
Sehingga, di malam itulah, wanita muda tersebut melakukan hubungan badan dengan suaminya sehingga hilanglah keperawanan sang gadis.
"Saya menyesal telah melakukannya (hubungan badan) meskipun sebenarnya itu legal," ujarnya kepada Jerussalem Post seperti dikutip news.com.au, Rabu (22/7/2009).
Pria muda itu menceritakan, dirinya tidak akan pernah melupakan saat-saat ketika malam menjelang eksekusi mati istrinya. "Saya selalu mengingat saat dia menangis setelah hubungan badan itu usai," ujarnya lirih.
"Dan saya tidak akan pernah lupa ketika dia mencakar-cakar wajahnya dengan kukunya sendiri sehingga menimbulkan luka goresan," ceritanya sedih.
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Mujahidin Taliban Lakukan Serangan Besar-besaran di Dua Provinsi di Afghanistan
- Musharraf : Waktunya Berbicara Kepada Taliban
- Serangan Tengah Malam, Tentara Zionis Tangkap Tujuh Muslim Palestina
- Masjid Bakal Blokir Sinyal Ponsel
- Pemerintah Transisi Somalia Mengijinkan Tentara Kafir Perancis Masuk ke Somalia
- Lima Polisi Boneka Pakistan Tewas di Wilayah Baratlaut Pakistan
- Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin Indonesia atas Kasus Pembantaian Kaum Muslimin di China
- Clinton Sesumbar Dirinya Mampu Membawa Pulang Tentara AS Yang Ditawan Taliban
- Lagi, Empat Tentara Kafir AS Jadi Santapan Bom Ranjau
- Al-Shabaab Menutup Tiga Agen PBB di Somalia
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Beberapa Duta Israel Adalah Agen Mossad
- Rusia Akan Resmikan Pembangkit Nuklir Bushehr, Meskipun Dapat Tekanan AS
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Polisi Keamanan Internet Iran Siap Beraksi
- Pemerintah Syi’ah Iran Bantai 13 Mujahidin Jundullah
- Ribuan Warga Unduh Aplikasi Anti Sensor
- Pemilu Iran Diusik, Hacker Serang Situs AS
- Ahmadinejad Beri Ucapan Natal di Jaringan Televisi Inggris?
- 1 Juta Muslim SUNNI Iran Dilarang Bangun Masjid
- 15 Anggota Parlemen SUNNI Desak Presiden IRAN Hukum Para Pelaku Penghancuran Masjid SUNNI