Sharif Ahmed Salahkan Negara Lain Terkait Kondisi Somalia
Oleh Hanin Mazaya pada Kamis 28 Mei 2009, 03:53 AM
MOGADISHU (Arrahmah.com) - Presiden boneka Somalia, Sharif Ahmed pada Rabu (27/5) menuduh Eritrea mempersenjatai Al-Shabaab untuk menggembosi pemerintahannya, sehari setelah istananya mendapat serangan mortir dari para mujahidin.
Ini adalah pertama kalinya ia menyalahkan negara kecil di Afrika karena pada bulan ini dirasakan bulan yang sangat berat baginya menghadapi perlawanan mujahidin Al-shabaab yang mendapat dukungan dari mujahidin dari luar negara, termasuk Inggris dan Amerika.
"Kami mengetahui dengan pasti mayoritas senjata yang berada di tangan militan berasal dari Eritrea," ia mengatakan kepada para wartawan di kediamannya.
"Eritrea terlibat banyak di sini...Kami tahu bahwa sejumlah pejabat Eritrea datang ke sini dan membawa sejumlah uang tunai."
Sharif melanjutkan di masa lalu pejabat-pejabat tersebut mengirimkan uang via Nairobi atau Dubai tapi sekarang "mereka datang secara langsung dengan uang tunai."
"Mereka dipengaruhi oleh Al-Qaeda dan kalian dapat membayangkan bagaimana situasi yang terjadi jika mereka mengambil alih pemerintahan," ujar Sharif.
AS dan Uni Afrika juga menuduhkan hal yang sama, mengatakan bahwa Eritrea mendukung pergerakan mujahidin Al-shabaab dan sebagai biang keladi atas kekacauan yang terjadi di Somalia. Uni Afrika telah meminta PBB untuk memberikan sangsi terhadap Eritrea, padahal apa yang mereka tuduhkan belum terbukti dan belum dilakukan investigasi.
Mujahidin Al-shabaab berjanji akan terus memerangi pemerintahan di bawah kepemimpinan Sharif Ahmed hingga pemerintahan yang didukung negara-negara Barat tersebut tumbang.
Sharif kini tinggal di istananya dengan penjagaan ketat dari tentara Uni Afrika. Beberapa hari lalu istananya mendapat serangan dari mujahidin, menewaskan sedikitnya 7 tentara Uni Afrika.
Al-shabaab telah memperingatkan, memperpanjang kerjasama dengan Uni Afrika hanya akan memperkeruh keadaan.
"Kami katakan secara tegas memperpanjang mandat terkait kehadiran tentara asing di Somalia sama saja dengan memperpanjang kekerasan di negeri Muslim Somalia," ujar Syeikh Ali Mohamoud, jurubicara Al-Shabaab.
Uni Afrika mengirimkan tentaranya ke Somalia sejak 2007 silam, sekitar 4.300 tentara dari Uganda dan Burundi disebar di wilayah-wilayah penting di Somalia termasuk di istana kepresidenan untuk melindungi Sharif Ahmed.
Baru-baru ini tentara Ethiopia yang sebelumnya berhasil ditendang keluar oleh Al-Shabaab kembali memasuki Somalia.
Sharif Ahmed mendirikan pemerintahan lemah di Somalia sejak Januari silam setelah mendapat dukungan dari PBB karena ia dinilai sebagai tokoh Muslim "moderat". (haninmazaya/yahoo/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
IslamicCity Bookstore
Menyediakan produk-produk Islami. Diskon setiap hari 15-60%.
www.theislamiccity.com
|
Support Our Jihad
|
Berita Sebelumnya
- Tentara Pakistan Sepertinya Ingin Menghabisi Sipil Swat
- Pemuka Agama Dan Litbang Depag Kunjungi Maluku
- Georgia Akan Segera Bergabung Dengan NATO
- Robot Presiden Barack Obama Siap Unjuk Gigi
- Petraeus: Penutupan Guantanamo Akan Meningkatkan Agenda "Perang Melawan Teror" AS
- Netanyahu: Negara-Negara Arab Harus Memperbaiki Hubungan Dengan Tel Aviv
- Aksi Istisyhad Hantam Markas Kepolisian dan Gedung Intelijen Pakistan
- Satu Lagi Tentara Kafir AS Tewas di Irak
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 27 Mei 2009
- Dalam Dua Hari, AS Bunuh 97 Sipil Afghan
Berita Terbaru
- Syekh Ayman Az-Zawahiri : Rakyat Amerika Hanya Dijadikan Tumbal!
- Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an
- Israel Telah Mengontrol 6,25 Persen Wilayah Gaza
- Kericuhan Warnai Penyegelan Masjid Ahmadiyah
- Mayoritas Penduduk Pakistan Memandang AS Sebagai Musuh
- Mujahidin Daulah Islam Irak Kibar Bendera Hitam di Baghdad
- Mujahidin Afghan Ucapkan Selamat Atas Penarikan Pasukan Belanda Dari Afghanistan
- Seharusnya Bebas, Putri Munawaroh Tetap Dihukum 3 Tahun
- Putri Munawaroh Divonis 3 Tahun, Puluhan Muslimah Caci Hakim
- Pengacara Optimis Putri Munawaroh Dibebaskan
Berita Terkait
- Pejuang Islam Bersumpah Akan Kobarkan Jihad di Wilayah Puntland
- Amir Hizbul Islam Menyeru Penduduk Somalia Tuk Bergabung Dengan Jihad
- Dua Tentara Boneka Somalia Tewas, 7 Lainnya Terluka Parah
- Presiden Uganda Desak Tuk Lakukan Aksi Nyata Memerangi Al-Shabaab
- Uni Afrika Akan Menambah Tentara di Somalia
- Ajudan Sharif Ahmed Bergabung Dengan Mujahidin Al-Shabaab
- Pria Virginia Ditangkap Karena Dituduh Memberikan Bantuan Untuk Mujahidin Al-Shabaab
- Perang Propaganda Meningkat, Al-Shabaab Dirikan Lebih Banyak Stasiun Radio di Somalia
- Tentara Uni Afrika Banyak Jatuhkan Korban Jiwa Di Kalangan Sipil Somalia
- Oposisi Uganda Serukan Penarikan Mundur Pasukan Dari Somalia